10
pak ada upil !
Monday, September 3, 2012
Habis lulus, ngapain ?
"Sekolah yang pinter ya nak, supaya setelah lulus bisa dapat kerja di perusahaan besar". Mungkin kata-kata seperti ini masih sering kita dengar dari para orang tua murid. kenapa tidak seperti ini, "Jangan sekedar cari ijazah nak, tapi juga keterampilan dan jaringan, supaya kamu jadi Pengusaha". Memang sudah namanya budaya bangsa ini, jadi tidaklah mudah mengubah harapan orangtua kepada anaknya. Apa yang menyebabkan mereka lebih menyarankan anaknya untuk menjadi karyawan ? karena alasan keamanan dan kepastian ?. Dunia usaha adalah dunia minim kepastian dan sangat beresiko, katanya.
Arahan orang tua agar anaknya menjadi karyawan bukanlah masalah, selama sang anak sendiri yang menginginkannya. Namun dilematis jika sang anak punya keinginan berwirausaha, sementara orang tua menekan sang anak untuk menjadi karyawan seperti dirinya.
Tren Kewirausahaan
BusinessWeek memberitakan, menurut data Ewing Marion Kauffman Foundation, ada sekitar 2.100 sekolah yang menawarkan kuliah kewirausahaan di tahun 2006, dibanding 380 pada dekade ’90-an. Kenapa? Pertama, ngapain harus berdesak-desakan dan antri mencari kerja, jika peluang menjadi pengusaha terbuka. Kedua, kebebasan adalah alasannya. Dengan menjadi pengusaha, mereka lebih leluasa mengatur waktu kerja mereka, tidak terikat oleh aturan perusahaan. Ketiga, penghasilan yang tidak linier, yang mengijinkan mereka bermimpi setinggi mungkin, dan masih banyak iming-iming lainnya. Tapi apa semudah itu? Tentu saja tidak. Semua ada harganya, tapi harga itu layak dibayar. Berita baiknya, menjadi pengusaha bukanlah turunan, namun ada ilmunya dan bisa dipelajari oleh semua orang yang punya kemauan.
Apakah kita harus berbisnis sesuai dengan jurusan yang kita tekuni saat kuliah? Menurut saya, tidak harus. Seperti saat pacaran, mungkin saja kita salah pilih dan tidak cocok. Kenapa harus kita paksakan lagi? Bukan berarti sia-sia lho kuliahnya, khan dapat pembelajarannya. Kuliah sebenarnya mengarahkan mahasiswa untuk ”Self study, never ending learning”. Perlu digarisbawahi bahwa, pembelajaran tidak hanya di bangku sekolah. Banyak orang tua yang ngotot anaknya harus dapat ‘nilai’ yang tinggi, alih-alih ketrampilan dan jaringan yang luas. Hal itu akan menjadi kebanggaan yang semu dan sementara.
Menjadi Masalah atau SOLUSI ?
Badan Pusat Statistik (BPS) menguraikan, jumlah lulusan sarjana dan diploma yang menganggur masing-masing berjumlah 11,92% dan 12,78% dari 8,32 juta orang pengangguran di Indonesia sampai Agustus 2010. Mayoritas dari lulusan sarjana, tidak menempati posisi yang semestinya, seperti profesi supir, juru tulis, cleaning service ataupun pekerjaan kasar lainnya. No Choice, daripada jadi pengangguran! Yuk sama-sama kita pikirkan, apakah Anda ataupun anak Anda akan menjadi bagian dari MASALAH bangsa ini (menambah pengangguran), atau menjadi bagian dari SOLUSI yaitu menjadi wirausaha dan membuka lapangan pekerjaan. Jika tahun lalu, diberitakan,”Lulusan terbaik Universitas X, langsung diterima kerja di perusahaan Y”, bukanlah suatu hal yang patut dibanggakan. Mengapa tidak seperti ini, ”Lulusan terbaik Universitas X, berhasil membuka usaha dan mempekerjakan 10 orang karyawan”. Nah, itu patut dibanggakan !
Source : http://juragan.blogyubi.com/tulisan/detail/95/habis-lulus-ngapain.html
Labels:
stori kreker
Monday, August 13, 2012
Wednesday, August 8, 2012
"Dulu saya playboy sejati, setelah dikenalkan SNSD oleh #KlinikTongFang sekarang jadi forever alone. Terima kasih TongFang"
true story
Labels:
trolcombro
Tuesday, July 24, 2012
“I guess what I’m trying to say is, if I can change, and you can change, everybody can change” - Rocky Balboa
Labels:
sprite-ing
(ˆڡˆ)
Gua suka hal-hal yang berbau Trending Topic.
Orang-orang suka ngeblog/tumblr, gua ikut.
Orang-orang suka baca novel, gua ikut.
Orang-orang suka SNSD, otak gua orgasme.
Tapi lain halnya kalau trending topic-nya itu orang-orang pada jadian.
Kesel ? gak juga sih, cuma kelewat gaul aja nih kehidupan Bandung. Orang-orang sibuk sama handphone-nya masing-masing. Ngapain tuh ? nonton Audrey Bittoni kayanya :|
“Hahaha, gak lah coy, makanya punya pacar !”
Kalimat yang beribu-ribu kali gua denger, kuya. Tapi santai, nikmati kegaulan dengan ber-Social Media !
Gua suka hal-hal yang berbau Trending Topic.
Orang-orang suka ngeblog/tumblr, gua ikut.
Orang-orang suka baca novel, gua ikut.
Orang-orang suka SNSD, otak gua orgasme.
Tapi lain halnya kalau trending topic-nya itu orang-orang pada jadian.
Kesel ? gak juga sih, cuma kelewat gaul aja nih kehidupan Bandung. Orang-orang sibuk sama handphone-nya masing-masing. Ngapain tuh ? nonton Audrey Bittoni kayanya :|
“Hahaha, gak lah coy, makanya punya pacar !”
Kalimat yang beribu-ribu kali gua denger, kuya. Tapi santai, nikmati kegaulan dengan ber-Social Media !
Akhirya gua buka Facebook,
tp yang nongol di home gini :
“ABCDFG is in relationship
with HIJKL”
Trus gua buka Twitter,
yang nongol di timeline gini :
“@ABC si @DEF akhirnya melepas masa lajang, PJ !”
Gak nyampe sejam, nongol lagi yang beginian :
“@HIJ selamat berbuka puasa @KLM ♥”
Anjrit, kejamnya dunia, bumi berguncang, Nostradamus
bangkit, gua mirip Kyuhyun.
Oke, kembali lagi di hujani pertanyaan, “kapan
punya pacar ?”. Gua jawab keren, “belum ada yang cocok”. Trus gua jawab lagi
lebih keren “kalo gua mau sih si blablabla bisa gua deketin sekarang juga, kalo
gua pengen gaya-gayaan sama orang lain gua udah punya pacar sih gampang, 1
cewek dalam 1 bulan juga bisa gua jabanin”
Keras gaya bicaramu Bung Der !
Intinya gua sih gak mau maksain, kalo
emang gak cocok, gak sesuai sikon, ngapain juga tetep maksa ngikut trending topic yang satu ini, daripada
lacur mending jadi kencur.
Labels:
stori kreker
Wednesday, July 18, 2012
Tw @MinangGombal: “Diak? | apo da? | suko jo briptu norman yo ? | yo, baa tu da? | karena adiak lah men chaiya-chaiyakan hati uda” -@DerryHadian #MinangGombal
u mad ?
Labels:
trolcombro
At 3 years ”Mommy I love you.” At 10 years ”Mom whatever.” At 16 years “My mom is so annoying.” At 18 years “I’m leaving this house.” At 25 years ”Mom, you were right”. At 30 years ”I want to go to Mom’s house.” At 50 years ”I don’t want to lose my mom.” At 70 years “I would give up everything to have my mom here with me.” We only have one mom.
0
0
0
0
0
0
0
0
0
alapyu emak !
Labels:
sprite-ing
Subscribe to:
Posts (Atom)



